
Porprov 2026: Kota Bandung Siapkan 1.858 Atlet, Incar Juara Umum di Tengah Persaingan Ketat
KOTA BANDUNG – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang semakin dekat. Pemerintah Kota Bandung bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung telah mematangkan persiapan dengan mengerahkan 1.858 atlet untuk berkompetisi di ajang olahraga terbesar tingkat Jawa Barat tersebut.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kota Bandung mengincar posisi juara umum, sekaligus memasang target realistis untuk mengamankan finis di dua besar klasemen akhir.
Target Juara Umum, Minimal Dua Besar
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, menilai persaingan di Porprov 2026 bakal berlangsung sangat ketat. Sejumlah daerah diprediksi tampil dengan kekuatan penuh, terutama yang berstatus sebagai tuan rumah.
“Kalau target, kita ingin juara umum. Tapi kita realistis saja, mudah-mudahan tidak keluar dari dua besar,” ujar Sigit, Senin (8/9/2026).
Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok disebut sebagai pesaing terberat. Status tuan rumah yang diemban beberapa daerah tersebut memberikan keuntungan tersendiri dalam penyelenggaraan pertandingan, sesuatu yang tidak bisa diabaikan oleh kontingen Kota Bandung.
Kesiapan Atlet: Fisik, Mental, hingga Gizi
Menurut Sigit, kesiapan atlet menjadi faktor kunci yang terus dimatangkan melalui program latihan komprehensif. Aspek fisik, mental, teknis, hingga kebutuhan gizi para atlet telah mendapat perhatian serius.
“Kalau kesiapan atlet itu sudah standar dan harus dipersiapkan dari segi gizi, kesiapan mental, fisik, semuanya sudah dipersiapkan. Tinggal faktor lain yang juga harus kita hitung,” jelasnya.
Di luar program resmi, dukungan keluarga juga memegang peran vital. Keluarga diharapkan turut menjaga kondisi fisik, mental, serta asupan gizi atlet selama menjalani latihan intensif menuju Porprov 2026.
Seleksi Ketat Sejak Maret 2026
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, mengungkapkan bahwa proses pemetaan dan seleksi atlet sudah dimulai jauh hari. Sejak Maret 2026, tes fisik dilakukan terhadap seluruh atlet Kota Bandung yang akan berlaga.
“Sejak Maret tes fisik terhadap semua atlet Kota Bandung yang akan berlaga di Porprov. Alhamdulillah, ada beberapa cabang olahraga yang sangat excellent dan siap tampil tidak hanya di level lokal, tetapi juga internasional,” kata Nuryadi.
Dari proses pembinaan dan seleksi bertahap tersebut, jumlah atlet berhasil dikerucutkan dari awalnya lebih dari 2.000 hingga mendekati 3.000 orang, menjadi sekitar 1.858 atlet yang siap bertanding. Program latihan intensif di setiap cabang olahraga pun terus berjalan untuk memastikan setiap atlet mencapai performa terbaik.
Dana Pembinaan dan Perlindungan Atlet Tetap Dijamin
Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional, KONI Kota Bandung tetap menyalurkan dana operasional pembinaan melalui program Bantuan Operasional Pembinaan (BOP) kepada setiap cabang olahraga.
“Walaupun kondisi efisiensi terjadi di seluruh Indonesia, alhamdulillah Kota Bandung, operasional kepemilikan sudah diserahkan,” ungkap Nuryadi.
Tak hanya soal pendanaan, perlindungan atlet juga menjadi prioritas. Asuransi disediakan bagi atlet yang mengalami cedera, baik saat latihan maupun saat pertandingan berlangsung.
Atlet Harus Pintar: Beasiswa dan Kerja Sama Kampus
Salah satu aspek pembinaan yang paling ditekankan KONI Kota Bandung adalah pendidikan. Nuryadi menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak boleh mengorbankan masa depan akademik para atlet.
“Kami mengedepankan pendidikan. Jangan sampai atlet pendidikannya terbengkalai. Atlet itu harus pintar, harus terpelajar,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, KONI Kota Bandung telah menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Taruna Bakti, Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), dan Universitas Sangga Buana. Kolaborasi ini membuka akses pendidikan serta beasiswa bagi atlet berprestasi, sehingga pembinaan olahraga berjalan beriringan dengan pendidikan formal.
Ekosistem Pembinaan Jadi Modal Utama Kota Bandung
Nuryadi mengakui bahwa persaingan Porprov 2026 semakin berat mengingat keuntungan yang dimiliki daerah tuan rumah. Karena itu, KONI Kota Bandung memprioritaskan penguatan kesiapan internal sembari terus memantau perkembangan kekuatan daerah pesaing.
“Kami harus berpikir ke internal, namun memantau kemampuan eksternal. Doanya saja dari teman-teman supaya apa yang diinginkan pemerintah dan masyarakat Bandung tetap menghasilkan yang maksimal,” ujarnya.
Ekosistem pembinaan yang telah dibangun secara sistemik selama ini menjadi modal penting bagi Kota Bandung untuk terus mempertahankan kontribusi atletnya di kompetisi olahraga tingkat lebih tinggi.
Menjelang Porprov 2026 pada November mendatang, Nuryadi berpesan agar seluruh atlet menjaga semangat dan konsistensi latihan.
“Tidak bisa berlari sendiri. Itulah yang disebut ekosistem, mulai dari orang tua menyerahkan anaknya untuk dididik. Secara sistemik pembinaan di Kota Bandung sudah luar biasa,” katanya.
Ia pun menutup dengan pesan penuh motivasi: “Tetap berlatih, semangat untuk menuju Porprov di November 2026.”
Source: HUMAS JABAR







