
Pemprov Jabar Kerahkan Heli Water Bombing dan 500 Personil untuk Padamkan Karhutla Gunung Ciremai
KOTA BANDUNG, SAPAJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kuningan, telah berhasil dipadamkan. Penanganan intensif selama 2 hari dengan dukungan helikopter water bombing membuat api sepenuhnya terkontrol.
“Hari ini heli sudah pakai water bombing sudah turun. Tadi saya keliling naik heli memastikan titik-titik prioritas. Dan itu sudah menurun,” ujar KDM—sapaan akrab gubernur—di Gedung Pakuan, Jumat (23/10/2026).
Klarifikasi Luas Area: Hanya 30 Hektare, Bukan 60
Di tengah isu yang beredar di masyarakat, Gubernur meluruskan fakta di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan udara, luas area yang terbakar di TNGC tercatat hanya 30 hektare, bukan 60 hektare seperti yang sempat diviralkan.
“Yang terbakar 30 hektare. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan,” jelas Gubernur.
Kolaborasi Lintas Instansi, Selesai dalam 2 Hari
Untuk memastikan api tidak meluas, Pemprov Jabar mengerahkan helikopter bantuan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mabes TNI, Angkatan Udara, dan BNPB untuk melakukan water bombing di titik-titik sulit dijangkau.
“Jadi kita kerja bareng untuk menyelesaikan Ciremai dengan cepat. Dan berhasil, waktunya cuma dua hari selesai,” tegasnya.
Gubernur menjelaskan, medan Gunung Ciremai memiliki karakteristik berbeda dengan karhutla di Kalimantan. Jika di Kalimantan api merambat ke samping, di Ciremai apinya merambat ke atas dengan sumber air yang terbatas.
Strategi Sekat Kanal Alami: 500 Orang Diturunkan
Oleh karena itu, Pemprov Jabar menerapkan strategi menyekat api dengan memfungsikan kembali kanal alami di hutan.
“Ternyata hutan itu secara alaminya ada sungai yang menjadi kanal. Kanal itu sudah ada. Hari ini ada 500 orang yang saya gerakkan untuk memfungsikan kembali kanal. Diangkatin sampah-sampahnya sehingga nanti kalau ada air turun akan menutupi aliran kanal, sehingga kalau ada kebakaran nggak bisa nyebrang,” papar gubernur.
Imbauan Keras: Dilarang Bakar Lahan Menjelang November
Gubernur mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjelang musim tanam November. Ia menyebut kebiasaan membakar ilalang oleh petani masih sering terjadi dan harus dihentikan.
“Ya mungkin ada yang bakar ilalang. Karena umum menjelang November. Kan orang biasa, petani suka nanam. Jadi nanti tidak boleh lagi,” imbaunya.
Sayembara Rp10 Juta untuk Info Pencuri Kayu Sono Keling
Selain karhutla, Gubernur juga mengumumkan sayembara berhadiah Rp10 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi terkait pencurian kayu sono keling di kawasan hutan Jabar.
“Siapa yang bisa menyampaikan informasi para pencuri sono keling, saya kasih hadiah 10 juta rupiah,” katanya.
Klarifikasi: Sudah Izin Mensesneg & Seskab
Menanggapi pertanyaan mengenai ketidakhadirannya pada acara kenegaraan bersama Presiden, Gubernur menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Soal tidak hadiri acara presiden sudah saya sampaikan ke Mensesneg. Kemarin pagi saya WA Pak Mensesneg. Pak, saya minta arahan ini ada kebakaran di Ciremai. Ada pengarahan dari Bapak Presiden untuk tangani yang Ciremai. Saya juga lapor ke Pak Seskab. Jadi kami kemarin melaksanakan itu atas sepengetahuan. WA-nya juga ada,” pungkas Gubernur.
Kerja cepat dan kolaborasi lintas instansi ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Jabar dalam menangani bencana karhutla sekaligus menjaga kelestarian ekosistem Gunung Ciremai.
Sumber: HUMAS JABAR
Tags: #DediMulyadi #KarhutlaCiremai #GunungCiremai #WaterBombing #KebakaranHutanJabar #TNGC #BeritaKuningan #PemprovJabar #KDM #InfoJabar






