
West Java Expo 2026 Cetak Transaksi Rp477 Miliar, Produk Unggulan Jabar Tembus Pasar Global
KOTA BANDUNG, SAPAJABAR.COM – West Java Expo (WJX) 2026 berakhir dengan capaian yang sangat menggembirakan bagi perekonomian daerah. Total nilai transaksi yang berhasil dicetak mencapai Rp477,3 miliar (setara USD 26,4 juta).
Angka fantastis ini terdiri dari transaksi retail sebesar USD 974.000, transaksi besar hasil Memorandum of Understanding (MoU) senilai USD 21,6 juta, potensi transaksi USD 2,6 juta, serta nilai transaksi dari kegiatan Road to WJX sebesar USD 1,2 juta.
Capaian ini semakin memperkuat posisi produk unggulan Jawa Barat di kancah internasional sekaligus membuka ruang kerja sama perdagangan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kolaborasi Strategis dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026
WJX 2026 kembali digelar beriringan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, pameran perdagangan terbesar di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan strategi cerdas Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar.
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, WJX menjadi wadah ampuh bagi pelaku usaha Jabar untuk:
- Memperluas jaringan bisnis global.
- Meningkatkan nilai tambah produk daerah.
- Membuka peluang ekspor, termasuk penetrasi ke pasar nontradisional.
Tahun ini, sebanyak 40 pelaku usaha Jawa Barat turut serta membawa produk dari empat sektor utama, yakni fesyen, dekorasi rumah (home decor), perawatan tubuh (personal care), serta makanan dan minuman (F&B). Kehadiran paviliun Jawa Barat di tengah gelaran TEI terbukti efektif memperluas jangkauan promosi kepada pembeli dan investor internasional.
Dominasi Sektor F&B, Kopi hingga Cengkeh Jadi Primadona
Berdasarkan data lapangan, produk kopi, cengkeh, skincare, teh, dan kakao menjadi komoditas yang paling banyak diburu pengunjung. Secara rinci, sektor makanan dan minuman mendominasi transaksi dengan nilai Rp409,48 miliar, disusul oleh:
- Personal care: Rp21,36 miliar
- Fesyen dan aksesori: Rp21,34 miliar
- Furniture dan home decor: Rp1,03 miliar
19 Kesepakatan Ekspor Senilai Lebih dari USD 21 Juta
Selama lima hari penyelenggaraan (14–18 Oktober 2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pelaku usaha Jabar berhasil menandatangani 19 MoU dengan pembeli dari berbagai negara.
Dua kesepakatan terbesar yang menjadi sorotan adalah:
- PT Inti Gravfarm Indonesia dengan pembeli dari Tiongkok untuk komoditas biji kopi (coffee bean), senilai USD 10.000.000 (sekitar Rp180,4 miliar).
- PT Mekar Saluyu Grup untuk komoditas cengkeh ke India, senilai USD 9,24 juta (sekitar Rp166,7 miliar).
Kesepakatan raksasa ini membuktikan bahwa produk perkebunan Jawa Barat memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Selain itu, sejumlah pelaku usaha lain juga sukses menjalin kerja sama, di antaranya:
- PT Melania Indonesia: Menjajaki pasar teh ke Jepang, Malaysia, Tiongkok, dan Dubai.
- PT Brilian Zenco: Menawarkan produk cokelat ke Pakistan.
- PT Pavettia Nuansa Alami: Menembus pasar Malaysia dengan produk lipstik organik.
- PT Trikarya Budaya Indonesia: Menjalin kesepakatan ekspor pakaian olahraga perempuan (women’s sportswear) ke Malaysia.
Keberhasilan ini didukung oleh sesi business matching yang mempertemukan pelaku usaha Jabar dengan calon pembeli dari Uni Emirat Arab, Senegal, Thailand, Pakistan, Sri Lanka, dan Malaysia.
Gelar Prestasi: Penghargaan Primaniyarta 2026 untuk Eksportir Jabar
Tak hanya sukses secara komersial, partisipasi Jawa Barat dalam TEI 2026 juga dihiasi dengan prestasi bergengsi.
PT Azaki Food Internasional berhasil meraih Penghargaan Primaniyarta 2026 untuk kategori Eksportir Produk Halal. Perusahaan yang telah mengekspor produknya ke 13 negara ini sebelumnya merupakan binaan Export Coaching Program (ECP) pada 2022 melalui Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan Primaniyarta adalah apresiasi tertinggi dari Kementerian Perdagangan RI kepada eksportir, diaspora, dan kepala daerah yang berkontribusi nyata dalam mendorong ekspor nonmigas.
Pada kesempatan yang sama, Disperindag Jabar juga menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis Pendukung Program Pendampingan Ekspor dari Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan RI.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jabar dalam memfasilitasi, mengurasi, dan mendampingi pelaku usaha agar siap bersaing dan memenangkan pasar global.
Source: HUMAS JABAR






